Networking adalah jaringan yang terbentuk dari kesamaan profesi atau minat sehingga terjadi pertukaran informasi, ide, bahkan berbagai peluang. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membangun networking, terutama yang mendukung peluang kolaborasi di era digital? Baca selengkapnya, yuk.
Cara Membangun Networking yang Efektif
1. Harus Punya Tujuan yang Jelas dan Niat yang Baik
Ketika memutuskan untuk membangun networking, pastikan kamu punya tujuan yang jelas dan niat yang baik. Beberapa tujuan tersebut, misalnya:
- Keinginan untuk bersosialisasi dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan skill dan kemampuan.
- Memperluas jaringan relasi untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan peluang karir (pemberi referral ketika hendak pindah kerja).
- Jaringan pertemanan seperti apa yang saya butuhkan untuk mengembangkan diri dan mengembangkan karir.
Selain punya tujuan, niatmu untuk membangun networking juga harus baik ya. Biasanya, niat baik selalu akan menemukan jalannya sendiri sehingga kamu lebih mudah terhubung dengan orang-orang baik pula.
2. Menemukan Komunitas atau Wadah Berjejaring yang Tepat
Setelah memiliki tujuan mengapa kamu butuh networking yang luas, maka langkah berikutnya adalah menemukan wadah atau komunitas yang bisa membantu kamu terhubung dengan orang-orang yang tepat. Jika saat ini kamu ingin berjejaring dalam bidang profesional untuk menemukan peluang kolaborasi, atau untuk meningkatkan jenjang karir, kamu bisa mencoba LinkedIn. Di platform media sosial profesional tersebut banyak orang-orang dengan latar belakang profesi yang beragam, yang mungkin memiliki visi dan misi yang sama dengan kamu.
Selain berjejaring secara online, membangun networking bisa juga dengan mengikuti kegiatan komunitas yang sesuai hobi atau minat kamu. Sesekali undang anggota komunitas untuk datang ke rumah untuk coffee time bareng. Ajukan beberapa topik menarik yang bisa dibahas bersama. Jangan lupa, sajikan camilan ringan untuk teman ngobrol dan Kapal Api Kopi Susu. Manis dan hangatnya kopi yang diseduh dengan campuran susu yang pas akan membuat acara ngobrol jadi makin seru. Siapa tahu setelahnya, kamu dan teman-teman di komunitas malah dapat ide untuk berkolaborasi melaksanakan kegiatan bermanfaat.
3. Harus Berani Memulai Perkenalan
Cukup banyak orang yang merasa takut dan kurang percaya ketika harus memulai perkenalan dengan orang baru. Apalagi kalau orang yang mau diajak kenalan memiliki jabatan yang lebih tinggi. Alih-alih langsung mengajak seseorang berkenalan, kenapa kamu tidak mulai dengan memperkenalkan dirimu terlebih dahulu.
Jika pertemuan secara offline, misalnya di tempat kerja, di organisasi, atau di pertemuan komunitas, mulailah dengan perkenalan singkat mengenai siapa kamu, profesi/pekerjaan, atau minat kamu. Sementara kalau ingin memulai perkenalan di komunitas online, misalnya di LinkedIn, kamu bisa menuliskan perkenalan kamu di status dalam bentuk storytelling yang menarik. Cara ini cukup ampuh untuk memancing orang lain ikut berkomentar di status kamu lho.
4. Perhatikan Hal-hal Penting dalam Membangun Networking
Selain tiga cara di atas, ada beberapa hal penting lainnya yang juga perlu kamu perhatikan ketika membangun networking, seperti:
- Jaga penampilan dan berikan kesan yang baik ketika baru pertama kali bertemu dengan orang lain.
- Angkat topik-topik ringan dulu untuk mengenali kegemaran, gaya bahasa, kesamaan minat, dan sebagainya dari orang lain yang baru dikenal.
- Kuasai kemampuan berkomunikasi secara efektif sekaligus mampu menjadi pendengar yang baik. Cara ini sudah terbukti ampuh untuk mengundang orang lain agar berminat berdiskusi dengan kamu.
- Jadilah diri sendiri, yang sopan, supel, menyenangkan, namun tetap profesional. Jangan terlalu berlebihan dalam bersikap. Jangan juga baperan, ya.
5. Jangan Langsung Meminta, Tapi Mulailah dengan Memberi
Jika tujuan kamu membangun networking untuk membuka berbagai peluang baru, baik itu peluang untuk berkolaborasi atau untuk mendapatkan tawaran pekerjaan, jangan langsung memintanya di pertemuan pertama atau kedua. Kalau kamu melakukan hal ini, kamu malah bikin orang jadi ilfeel dan akhirnya jadi malas bertemu kamu.
Analogi sederhananya begini: kamu baru kenalan sama seseorang. Setelah menyebutkan namamu dan orang itu juga sudah menyebutkan namanya, lalu orang itu langsung mau meminjam uang atau meminta bantuanmu. Kalau kamu menghadapi orang seperti itu, apa yang kamu rasakan? Pasti langsung ilfeel, kan?
Alangkah baiknya, kamu mulai dulu dengan “memberi” supaya orang lebih mengenal kamu. Contohnya, kamu seorang content specialist. Kamu ingin mendapatkan peluang baru yang berhubungan dengan kemampuanmu. Maka, bagikan dulu hal-hal terkait kemampuan yang kamu miliki. Lama kelamaan orang akan melihat kemampuanmu, mengajak kamu berdiskusi lebih banyak, berinteraksi lebih sering, dan akhirnya peluang kolaborasi pun bisa kamu dapatkan tanpa kamu harus memintanya.
***
Semoga dengan menerapkan 5 tips membangun networking di atas, kamu bisa mendapatkan lebih banyak peluang kolaborasi. Jangan lupa, bagikan pengalamanmu nanti di sini ya, supaya ada lebih banyak orang yang terinspirasi dan jadi semakin semangat berkolaborasi.