1. Secangkir Inspirasi
  2. »
  3. Mati Gaya Selama WFH? Yuk, Baca Buku Lagi!

inspirasi hari ini

Mati Gaya Selama WFH? Yuk, Baca Buku Lagi!

Mati Gaya Selama WFH? Yuk, Baca Buku Lagi!

Salah satu upaya mencegah penularan virus Covid-19 di masa pandemi adalah work from home. Dengan bekerja dari rumah, sebenarnya kamu bisa lebih memanfaatkan waktu dengan produktif. Tidak semata hanya untuk menyelesaikan pekerjaan saja lho, tetapi kamu bisa mengembangkan diri dengan mengasah kemampuan, meningkatkan skill, mempelajari hal baru, atau jadi lebih rajin berolahraga. 

Masih merasa mati gaya setelah semua aktivitas favorit dilakukan? Coba isi waktu luang kamu dengan membaca buku. Ada banyak manfaat dari membaca buku yang bisa kamu dapatkan, mulai dari mencegah penyakit alzheimer, meningkatkan daya ingat, bahkan membaca juga bisa sebagai media hiburan yang membantumu mengatasi stres dan depresi akibat bekerja dari rumah.

Rekomendasi Buku Bacaan Seru Anti Mati Gaya Selama WFH

1. Trilogi The Lord of the Rings oleh J.R.R Tolkien

Trilogi The Lord of the Ring karya J.R.R Tolkien terdiri dari 3 buku, yaitu The Fellowship of the Ring, The Two Towers, dan buku ketiganya berjudul The Return of the King. Novel trilogi The Lord of the Ring ini bercerita tentang petualangan Frodo Baggins dan teman-temannya melawan penguasa kegelapan bernama Sauron. 

Cerita dimulai ketika Gandalf sang penyihir meminta cincin jahat milik Frodo yang diwariskan oleh Bilbo dibawa ke tempat yang aman di Rivendell, yaitu tempat kediaman para peri yang dipimpin Elrond si peri bijaksana.

Bersama Samwise Gamgee (Sam), Meriadoc Brandybuck (Merry), dan Peregrin Took (Pippin yang konyol), Gandalf, Aragorn, Boromir dari ras manusia, Legolas, serta Gimli, Frodo pun memulai perjalanan berbahaya menuju Rivendell.

2. War and Peace oleh Leo Tolstoy

War and Peace merupakan salah satu novel yang dinobatkan sebagai karya sastra terbaik pada abad 19. Novel karya Leo Tolstoy, seorang penulis Rusia terkenal, memiliki lingkup cerita yang luas dengan unsur psikologi di dalamnya dengan latar belakang cerita adalah masa Perang Napoleon tahun 1820.

Novel ini bercerita tentang intrik keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh besar di Rusia ketika Napoleon menduduki Rusia. Ada 3 tokoh utama dalam cerita ini, yaitu Pierre Bezukhov, cendekiawan baik hati yang kaya mendadak tapi malah tidak bahagia, lalu ada Andrei Bolkonsky seorang prajurit yang menjalani hidupnya dengan baik, dan tokoh terakhir ada Natasha Rostova, gadis cantik yang polos dan mendambakan cinta. 

Novel setebal 1.225 halaman pada edisi yang terbit pertama kali, bercerita pula tentang bagaimana 5 keluarga bangsawan, yaitu keluarga Bezhukovs, Kuragins, Bokonskys, Rostovs, dan Drubetskoys, bertahan hidup dengan berbagai intrik selama masa invasi Napoleon dan peperangan yang mencekam. Membaca novel setebal ini dan dengan konflik cerita yang cukup rumit, dijamin kamu tidak akan mati gaya lagi menghabiskan waktu luang selama WFH.

3. 1Q84 oleh Haruki Murakami

Sebelum melanjutkan membaca novel ketiga yang bisa kamu baca selama WFH, ada baiknya kamu menyeduh segelas kopi Kapal Api Susu. Kenapa? Karena membaca buku akan jauh lebih asyik sambil ngopi Kapal Api Susu lho. Selain itu, kandungan kafein di dalam kopi akan bisa membantu kamu berkonsentrasi dalam membaca.

Apalagi novel 1Q84 karya Haruki Murakami merupakan novel surealis yang terdiri dari 3 jilid dan pastinya akan mengundang rasa penasaran kamu sepanjang jalan cerita. 

Novel ini bercerita tentang Aomame dan Tengo. Aomame adalah perempuan yang bekerja sebagai pembunuh laki-laki pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan. Sampai suatu ketika ia menemukan banyak kejanggalan di tahun 1984 dan melihat 2 bulan menggantung di langit. Kedua bulan itu hanya Aomame yang bisa melihatnya, orang lain tidak.

Tetapi di saat yang sama, orang lain mengetahui satu kejadian bersejarah yang ternyata tidak diketahui Aomame. Atas kejanggalan tersebut, Aomame pun menandai tahun 1984 dengan 1Q84, yang artinya dunia tanda tanya.

Sementara Tengo adalah guru matematika sekaligus penulis yang masalahnya dimulai saat ia menulis ulang satu novel berjudul Kepompong Udara. Ada banyak kejadian yang menyertai novel yang ditulis ulang Tengo ini. 

Membaca novel Haruki Murakami tidak cukup hanya membaca jilid satunya saja lho. Kamu harus menyelesaikannya hingga jilid ke-3 untuk bisa mengetahui keseluruhan cerita. Nah, coba baca saja buku novel yang satu ini dan tak ada lagi yang namanya mati gaya akan kamu alami selama pandemi yang entah kapan akan berakhir. Selamat membaca - Tetap semangat dan jangan lupa ngopi ya!

 


CEK ARTIKEL LAINNYA
PT. Santos Jaya Abadi (KAPAL API) ALL RIGHTS RESERVED.