1. Secangkir Inspirasi
  2. »
  3. Ragam Jenis Kopi di Indonesia. Mana yang Jadi Favoritmu?

Tentang kopi

Ragam Jenis Kopi di Indonesia. Mana yang Jadi Favoritmu?

Ragam Jenis Kopi di Indonesia. Mana yang Jadi Favoritmu?

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Beragam jenis kopi tumbuh subur di tanah air, dari Aceh hingga Papua. Setiap daerah memiliki karakteristik kopi yang berbeda-beda, mulai dari cita rasa hingga aroma.  Mau tahu tidak ragam jenis kopi yang ada di Indonesia? Cek di artikel ini!

3 Ragam Jenis Kopi di Indonesia yang Terkenal. Jenis Kopi yang Mana Favoritmu?

Berdasarkan referensi dari website Kemlu.go.id tentang Kopi di Indonesia, ada kurang lebih 1,24 juta hektar lahan perkebunan kopi di Indonesia. Dari luas tersebut, 933 hektar merupakan perkebunan robusta, dan 307 hektar lainnya menghasilkan kopi arabika. Itulah sebabnya, sebagian besar produksi kopi di Indonesia merupakan varietas robusta. 

Selain itu, ada pula jenis kopi spesial, seperti kopi Luwak yang terkenal sebagai kopi termahal di dunia serta kopi Mandailing, yaitu kopi khas Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. Selengkapnya mengenai berbagai jenis kopi di Indonesia, lanjutkan membaca penjelasan di bawah ini.

1. Kopi Robusta

Kopi Robusta adalah salah satu jenis kopi yang paling banyak dihasilkan di Indonesia dan banyak tumbuh di wilayah di Jawa Timur, Lampung, Sumatera Utara, Bengkulu, Bali, dan Sulawesi Selatan. Jenis kopi ini lebih mudah tumbuh di daerah dengan ketinggian 400-800 mdpl dan dalam suhu yang sejuk, antara 21-24 derajat Celcius.

Karakteristik kopi robusta memiliki rasa yang lebih pahit, aroma yang kuat, namun dengan tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan jenis kopi arabika. Cita rasanya cenderung kental dan kandungan kafeinnya juga lebih tinggi, yaitu sekitar 2,2% dari berat kopi yang digiling. Beberapa jenis kopi di Indonesia yang masuk dalam kelompok Robusta, antara lain:

  • Kopi Semendo: tumbuh di ketinggian antara 500 - 1000 mdpl, dengan tingkat keasaman yang rendah. 
  • Kopi Lampung: kopi dengan citarasa karamel dan kacang, banyak tumbuh di dataran tinggi Sumatera antara 1000 - 1500 mdpl.
  • Kopi Temanggung: memiliki citarasa tembakau, cokelat, dan manis. Banyak tumbuh di dataran tinggi pulau Jawa pada ketinggian 400 - 800 mdpl
  • Kopi Tambora: tumbuh di dataran tinggi wilayah Bali & NTT antara 500 - 1000 mdpl dan memiliki citarasa karamel, cokelat, dan kacang.
  • Kopi Wae Rebo: kopi yang ada citarasa cokelat dan raisin, serta tumbuh subur di daerah NTT pada ketinggian 500 -1100 mdpl.
  • Kopi Pinogu: kopi asal Sulawesi yang unik dengan cita rasa lemon, pedas, dan cokelat. Memiliki tingkat keasaman sedang dan dapat tumbuh di ketinggian 200 - 400 mdpl.

2. Jenis Kopi Arabika

Kopi arabika adalah salah satu jenis kopi yang sangat terkenal di seluruh dunia, dan Indonesia menjadi negara produsen kopi arabika terbesar. Pohon kopi jenis Arabika kebanyakan dapat tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 900-1800 mdpl dengan daerah penghasil kopi ini antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi, dan Bali. 

Bagaimana cara mengenali kopi arabika? Nah, ciri khas jenis kopi arabika adalah aroma yang lebih lembut dan cita rasa yang beragam, tergantung daerah penghasilnya. Rasa kopi Arabika tidak sepahit kopi robusta, kandungan kafeinnya rendah, namun kandungan asam amino, lipid, dan gula pada kopi arabika jauh lebih tinggi. Beberapa jenis kopi yang masuk kelompok arabika, seperti:

  • Aceh Gayo: kopi khas Indonesia yang berasal dari daerah Gayo, yaitu daerah yang mengelilingi Gunung Gayo dan Danau Tawar serta berada di ketinggian 1.300 - 1.600 mdpl. Cara memprosesnya menggunakan metode Giling Basah, dan beraroma pedas dengan cita rasa perpaduan dark chocolate dan tebu.
  • Sidikalang, bercitarasa citrus dengan aroma kayu. Banyak tumbuh pada ketinggian 1.000 - 1.400 mdpl.
  • Kopi Jawa: merupakan kopi yang pemrosesannya secara basah, banyak ditemukan di daerah Jawa Timur pada ketinggian sekitar 750 - 1.550 mdpl. Jenisnya, antara lain Java Preanger, Puntang, Sindoro Sumbing, Jampit, dan Ijen Raung.
  • Kopi Bali: kopi jenis baru yang lumayan terkenal di pasar gourmet premium. Beberapa yang terkenal, seperti  Pupuan, Kintamani, Bajawa, dan Sokoria.

Kamu senang dengan rasa kopi yang beragam dan kompleks? Pilih saja jenis kopi Arabika ini. 

3. Kopi Luwak

Civet coffee atau kopi luwak adalah jenis kopi yang dihasilkan dari proses yang unik dan kompleks. Biji kopi akan dicerna oleh luwak, mengalami proses fermentasi di saluran pencernaan luwak, kemudian biji kopi tersebut akan keluar bersama kotoran. Petani kopi luwak kemudian mengambil biji kopi yang sudah dicerna luwak tadi, melakukan pencucian sampai bersih, mengeringkannya dulu, baru kemudian melakukan proses pengolahan kopi pada umumnya.

Aroma kopi luwak tergolong unik dan khas, namun tetap terasa lebih lembut. Tingkat keasaman jenis kopi ini rendah, dan ada sedikit rasa manis maupun rasa cokelat. Karena kandungan kafeinnya juga rendah, maka rasa kopinya juga tidak terlalu pahit. Cocok banget buat kamu yang suka dengan kopi yang berasa light atau ringan. Sayangnya, harga jenis kopi luwak jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Untuk mendapatkan 450 gram kopi luwak, kamu harus menyiapkan sekitar $100, harga ini bisa jadi lebih mahal kalau sudah bicara mengenai kualitas. 

Kok mahal sekali harga kopi Luwak? Hal ini karena proses pengolahan biji kopinya yang berbeda, memakan waktu lebih lama, belum lagi harus menunggu luwak memakan biji kopinya. 

***

Dari 3 ragam jenis kopi di Indonesia yang baru saja kamu baca, mana nih favorit kamu? Oh ya, ada lho cara praktis menikmati secangkir kopi yang sedap, gabungan dari kopi arabika dan kopi robusta. Kamu tinggal pilih Kopi Kapal Api Special.

 


CEK ARTIKEL LAINNYA
PT. Santos Jaya Abadi (KAPAL API) ALL RIGHTS RESERVED.